Re: Bagi teman-teman yang memiliki puisi atau kata-kata bijak, silahkan posting disini...
Siapa tahu teman-teman yang lain bisa termotivasi & mengekspresikan diri dalam berpuisi...
[i]
Let me the first :
Tangis pilu kian membasahi pertiwi ini,
Jerit rintih mengiringi hari ini,
Bumi seakan terkubur rata,
Bersama perih yang tercipta,
Oh....lihat.......,
Ketika waktu diam dipukul dua belas,
Tanggal dua puluh empat bulan Mei,
Selang empat hari seabad di 2008,
Kebangkitan nasional,
Membankitkan sang penguasa Khalayak,
Sang bahan pembakar keterangan pijar,
Sang bahan penggerak kemajuan jaman,
Sang bahan penyambung kehidupan,
Tuk bertengger dengan nilainya,
Tuk berjaya dengan kegagahannya,
Tuk menunjukan kekuasaannya,
Tuk menunjukan kesombongannya,
Dia tidak peduli dengan sahayanya,
Dia tidak peduli dengan jeritan perempuan-perempuan,
Atau teriakan-teriakan lelaki yang tak lantang lagi,
Atau bahkan anak-anak yang meratapi kepedihan ibunya,
Kegagahannya mengijak luka pada jiwa-jiwa,
Keangkuhannya mengiris pada sembilu hati,
Ketiada berdayaan memirisi jaman,
Yang kian hari kian tak bersahabat,
Mengapa begitu cepat beranjak,
Seakan baru kemarin dia merangkak,
Belumlah usai kepedihannya mereka,
Sekarang dia menambah sembilunya,
Ah....alam......
Mengapa demikian terjadi,
Ah kebijakan rupanya hanya tekanan,
Kesejahteraan hanyalah angan,
Pembuai mimpi sang pengisi jaman,
Hanya doa yang jadi pelipur lara,
Hanya kesabaran perencah duka,
Kiranya keadilan kan tercipta,
Kiranya kesejahteraan bukan pemanis kata,
Wahai bumi pertiwi......
Yang jadi naungan juga tempat berlindung,
Moga langkah yang kau tempuh,
Demi kebaikan yang kau cari,
Bukan himpitan juga pembodohan,
Pada bangsamu pada anak-anakmu,
Kami berpijak dikakimu,
Kami mengharap belas kasihmu,
Kiranya kesejahteraan menghampiri anak-anakmu,
Kiranya keadilan merengkuh di sanubarimu.